Prolog - Janji
PROLOG - JANJI Puing-puing berserakan memenuhi ruangan yang terlihat seperti altar dengan patung-patung disetiap sudut sisinya. Empat orang tengah mengelilingi altar dan menggenggam sebuah kotak tanpa tutup berisikan Artefak. Tepat diatas altar dengan ukuran yang tak lebih dari 1x1 meter, dengan hikmat mereka lafalkan kata-kata yang tidak diketahui apa makna dan asalnya seraya bergantian meneteskan darah dari telunjuk jemari mereka. Kotak kecil berwarna kecoklatan dengan corak khas timbul, mulai bergetar mengguncang dahsyat, ruangan yang semula redup mulai terlihat terang dengan adanya pencahayaan yang berasal dari runtuhan atap, mengizinkan cahaya menilisik melalui lubang-lubang yang kian terus membesar bersama dengan runtuhnya ruangan. Keempat pria berjubah mulai bernafas terengap-engap tidak teratur, keringat terus berceceran mengalir menelusuri wajah yang dengan mistis tak masuk diakal mulai menua. Kerut-kerut mulai memenuhi ruang wajah mereka namun tetap tak dapat men...